Tutorial OOP PHP Bagian 12 – Static dan Constant

Penggunaan static dan constant tidaklah dianjurkan, hanya untuk kasus-kasus tertentu saja. Dengan static property dan static method, property dan method dari Class bisa langsung diakses tanpa membuat instance dari Class.

Keyword static digunakan di belakang access modifier. Misalnya public static $merk atau public static function maju().

Untuk mengaksesnya NamaKelas::namaMethod() dan NamaKelas::$namaProperty.

Contoh

Untuk memanggil static property atau method dari dalam class, digunakan keyword self:: . 

Penggunaan static menyebabkan method dan property bisa diakses dari luar saja, tanpa mengikuti kaidah encapsulation dari OOP. Jadi, menggunakan static ibaratnya kita tidak menggunakan OOP. Selain itu, static juga sulit untuk dilakukan testing.

Kapan kita menggunakan static? Untuk utilitas dan counter.  Static property bisa digunakan bersama-sama oleh berbagai object.

Hasil dari shared propertynya :
10
15

Static untuk Utility Class

Utility Class adalah Class yang berisi method sederhana untuk mengerjakan tugas tertentu yang tidak terlalu vital terhadap aplikasi.

Tutorial OOP Static

Contoh lain tentang URL Redirect

Constant

Constant adalah variabel yang bernilai tetap, misalnya pi = 3,14. Gunakan keyword const. 

Tutorial OOP PHP, Constant

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.